Kamis, 10 November 2016

Urgensi Kemitraan Sekolah, Keluarga dan Masyarakat



Keberhasilan pendidikan saat ini tidak hanya berkutat pada prestasi akademik yang biasanya disimbolkan dengan nilai (angka) yang itu ditentukan oleh guru di sekolah, lebih dari itu keberhasilan pendidikan saat ini juga ditentukan oleh seberapa berhasil program kemitraan antara satuan pendidikan (sekolah), keluarga dan masyarakat. Hal tersebut tentu tanpa sebab, karena sejak tahun 1935 bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara telah memaparkan pentingnya peran sekolah, keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang baik.

Bentuk hubungan antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat kemudian disebut sebagai tri sentra pendidikan. Lebih lanjut tri sentra pendidikan kemudian didefinisikan sebagai kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat yang berlandaskan pada asas gotong royong, kesamaan kedudukan, saling percaya, saling menghormati, dan kesediaan berkorban dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya prestasi peserta didik.
 
Hotel Sahid Yogyakarta
Urgensi kemitraan tri sentra pendidikan juga disebut oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga sebagai sebuah keniscayaan. Utamanya peran keluarga sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak. Peran dan keterlibatan keluarga  dalam pendidikan sangat penting bagi keberhasilan pendidikan anak, baik itu keberhasilan dalam akademik, non akademik maupun keberhasilan pendidikan karakater anak. Bahkan keselarasan serta kemitraan antara satuan pendidikan (sekolah misalnya) dengan keluarga dianggap sebagai kunci keberhasilan pendidikan.

Oleh sebab itulah tidak berlebihan jika kemudian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Pedoman Penguatan Kemitraan di Hotel Sahid Raya Yogyakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyempurnakan draf petunjuk teknis Kemitraan Sekolah di jenjang SD, SMP, SMA/SMK, PNF, dan SLB.
 
Pembukaan Penyusunan Pedoman Penguatan Kemitraan
Secara umum program kemitraan sebagaimana yang tertulis dalam juknis kemitraan sekolah dengan keluarga dan masyarakat bertujuan untuk menjalin kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif untuk menumbuh kembangkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik.

Dari hal itu bisa kita simpulkan betapa pentingnya kerjasama semua komponen pendidikan bagi keberhasilan anak. Satuan pendidikan (sekolah) butuh masukan dan dukungan dari keluarga, begitupun sebaliknya, selain itu satuan pendidikan juga memerlukan dukungan masyarakat sebagai komponen yang lain. Sehingga dalam hal ini kemitraan antara ketiganya begitu penting guna menciptakan ekosistem pendidikan yang baik.
 
Kelompok SLB Jateng dan Yogya
Khusus bagi keluarga memiliki peranan yang sangat penting bagi pendidikan anak, keterlibatan orang tua untuk mendukung pendidikan buah hatinya baik ketika di sekolah lebih-lebih ketika anak di rumah. Kondusifitas kehidupan keluarga juga akan akan semakin mendukung keberhasilan pendidikan anak. Peran yang dapat diambil orang tua dalam mensukseskan keberhasilan pendidikan anak diantaranya bisa berperan sebagai guru, teman, motivator, maupun inspirator bagi anak. Hal itu penting dilakukan guna memberikan support bagi anak agar merasa nyaman dan aman dalam belajar. Ketika hal itu bisa terlaksana, maka anak akan merasa senang ketika mengikuti proses pendidikan meskipun pendidikan tersebut berada di lingkungan keluarga sendiri.
 
Keluarga Hebat
Tak kalah pentingnya lagi yaitu peran masyarakat. Diantara peran yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah memberi dukungan bagi terlaksananya proses pendidikan yang aman dan nyaman. Misalnya tokoh masyarakat dapat menjadi narasumber dalam kegiatan sekolah, menjadi guru model maupun menjadi konsultan bagi satuan pendidikan (sekolah). Peran tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat dalam membangun kemitraan yang baik dengan satuan pendidikan maupun dengan keluarga.
 
Perwakilan SLB Jateng
Sehingga kolaborasi komponen dalam tri sentra pendidikan diharapkan mampu melahirkan pola pendidikan terbaik bagi anak. Tujuan akhirnya jelas agar tercipta generasi unggul, baik di bidang akademik, ketrampilan serta berbudi pekerti yang baik. Semoga program kemitraan pendidikan antara satuan pendidikan (sekolah), keluarga dan masyarakat dapat terlaksana dengan baik, sehingga bisa menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar