Kamis, 03 September 2015

Degradasi Moralitas Pelajar

Miris dan sedih rasanya jika melihat perilaku remaja khususnya para pelajar di Indonesia saat ini, kehidupan bebas yang dilakukan oleh para pelajar sudah dala taraf yang akut. Bukan bermaksud untuk mengeneralisir semua pelajar, akan tetapi melihat banyaknya kasus-kasus kriminal, kejahatan, dan perbuatan amoral yang dilakukan oleh oknum pelajar menunjukkan telah terjadi ketimpangan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Baru-baru ini dunia pendidikan Indonesia tercoreng lagi dengan adanya kasus pembunuhan pelajar yang dilakukan oleh pelajar juga. Kasus tersebut terjadi di Bandung, pembunuhan yang merenggut nyawa salah satu generasi penerus bangsa ini seakan membuktikan bahwa degradasi moral yang dialami oleh pelajar Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut tentu merupakan sebuah alarm bagi dunia pendidikan khususnya, dan bagi pemerintah utamanya untuk segera memberikan solusi tepat bagi persoalan ini.
 
Gambar pinjem dari google.
Kehidupan bebas para pelajar, tawuran, jadi anggota geng motor, memakai narkoba, minum-minuman keras, seks bebas, serta berbagai kasus amoral lainnya yang saat ini tengah melanda remaja negeri ini khususnya pelajar tentu membuat resah tidak hanya orang tua mereka, tetapi juga para guru, dan juga masyarakat luas. Kasus pembunuhan yang melibatkan pelajar yang terjadi baru-baru ini telah mengindikasikan bahwa kejahatan dan kriminal sudah bergesar dengan sasaran para remaja dengan modus yang bermacam-macam mulai dari keinginan menguasai harta, karena poercintaan, maupun karena sakit hati yang disebabkan persoalan-persoalan yang sepele.

Pendeknya pola pikir remaja (pelajar) dalam membuat keputusan yang negatif seakan menunjukkan betapa pendidikan telah gagal dalam membentuk karakter siswa menjadi seorang pribadi yang berakhlak mulia. Tujuan pendidikan agar siswa menjadi seorang yang cerdas sekaligus berkepribadian mulia seakan gagal di tengah jalan. Disinilah kemudian dipertanyakan bagaimana seharusnya peran sekolah terutama guru dalam mendidik anak-anak di zaman sekarang ini?

Memang bukan perkara yang mudah tentunya untuk menanamkan nilai-nilai dan karakter baik kepada generasi sekarang ini. Canggihnya teknologi komunikasi justru semakin membuat manusia jauh dari nilai-nilai moral dan budaya luhur bangsa. Tonttonan yang negatif seakan sudah menjadi sebuah tuntunan, sehingga melahirkan perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan dan norma-norma susila.

Untuk mengatasi atau paling tidak meminimalisir perilaku negatif dan amoral para pelajar saat ini tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab dan hanya dibebankan kepada para guru di sekolah saja, orang tua justru menjadi kunci utama untuk membentuk pribadi mulai anak-anak bangsa. Begitua juga dukungan masyarakat dan pemerintah sangat berperan untuk melahirkan dan membentuk generasi muda bangsa ini yang cerdas dan berakhlak. Sehingga kerjasama semua pihak menjadi sebuah keniscayaan untuk memperbaiki moralitas remaja Indonesia yang sudha terlanjur terpuruk.

1 komentar:

  1. itulah remaja ya mbak, mereka berpikir secara cepat tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya.. namun untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja ini sebenarnya ada tiga faktor penentunya; Keluarga, Linkungan (pergaulan) dan Sekolah..

    BalasHapus