Senin, 31 Agustus 2015

Bakat Istimewa Anak Berkebutuhan Khusus

Setiap hari Senin dalam setiap semester ini, saya sebagai pendidik di SLB Negeri Ungaran Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah memiliki tugas untuk mengajar anak kelas VII jurusan B (tuna rungu) dengan 9 orang siswa. Kemudian setelah habis istirahat pertama saya berkewajiban mengampu kelas VIII jurusan A (tuna netra) sekaligus mengampu anak kelas 1 dan 2 SDLB jurusan A dan D (tuna daksa). Yang jam terakhir saya harus mengampu anak kelas VIII jurusan B (tuna rungu).

Mengajar sekaligus mendidik anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus memang tidak mudah, bahkan bisa dibilang penuh dengan tantangan. Disamping karena memang mereka memiliki kebutuhan khusus, seringkali kendala yang dimiliki oleh masing-masing anak memang berbeda-beda. Sebagai misal kelas yang saya ajar setelah istirahat pertama, saya harus mengajar anak tuna netra kelas VIII tiga orang siswa yang satu netra total yang dua low vision. Bukan itu saja, dalam satu kelas tersebut juga ada siswa kelas 1 SDLB 3 anak yang 1 low vision (A) yang dua jurusan D (tuna daksa) murni.
 
Putri siswi SDLBN Ungaran pandai mengaji (Dok. pribadi)
Jadi dalam satu ruangan ada 2 kelas dengan jurusan yang berbeda-beda dan dengan kemampuan anak yang tentu saja berbeda-beda pula. Saya memiliki 2 siswa yang kelas 1 jurusan tuna daksa murni (D) dia tidak bisa berjalan normal yang satu anak harus menggunakan tongkat karena kakinya yang memang lumpuh yang satunya lagi bahkan ketika berpindah tempat dia harus maaf ngesot. Namun, bukan itu yang bagi saya istimewa, salah satu siswa tersebut secara IQ sangatlah baik, dia cerdas, pandai dalam pelajaran, menulis lancar, mengikuti pelajaran dengan baik bahkan dalam mengaji baik hafalan, membaca arab, maupun menulis arab dia sangat jago meskipun masih kelas 1 SDLB.

Sedangkan siswa saya yang kelas VIII jurusan A murni, dia jago dalam menulis dengan braile, dia jago hafalan mengaji baik itu surat-surat pendek maupun doa harian. Dalam menyerap pelajaran ia juga pandai, dan salah satu kemampuan yang sangat mengagumkan adalah dia jago dalam bermain organ. Sehingga dalam setiap kesempatan acara sekolah ia diminta tampil mengiringi siswa yang mau bernyanyi. Bahkan setiap upacara bendera hari senin ia bertugas sebagai pemain organ mengiringi lagu Indonesia Raya saat penaikan bendera.

Itulah bakat-bakat terpendam yang dimiliki oleh anak-anak berkebutuhan khusus, meskipun mereka secara ragawi atau secara dohir memiliki kekurangan namun dibalik itu mereka memiliki berbagai bakat yang sangat unik dan istimewa. Oleh sebab itulah mendidik mereka sebaik mungkin adalah jalan terbaik untuk mengembangkan berbagai kemampuan terpendam mereka. Bukan hanya tugas  ibu, bapak guru terutama yang di sekolah luar biasa (SLB) akan tetapi juga tanggungjawab orang tua untuk melakukan deteksi sedini mungkin kemampuan dan bakat anak-anak mereka dengan harapan bisa dididik dan dibimbing sesuai dengan kampuan mereka.

Semoga dimanapun dan kapanpun ada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, bisa mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak agar mereka bisa diberdayakan. Amien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar