Rabu, 26 Agustus 2015

Anak Berkebutuhan Khusus


Sahabat semua yang budiman, mulai saat ini di blog tercinta ini saya ingin berbagi informasi tentang anak berkebutuhan khusus (ABK). Kenapa saya ingin berbagi akan hal itu, karena selama ini keberadaan anak berkebutuhan khusus seringkali terpinggirkan atau dalam bahasa lain juga sengaja dipinggirkan. Padahal mereka juga bagian dari masyarakat yang wajib mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk hidup sebagaimana masyarakat pada umumnya. Semoga tulisan saya akan bermanfaat bagi semua.

Setiap manusia yang terlahir mempunyai hak dan kewajiban yang sama, dan kita menyadari bahwasanya setiap anak yang terlahir pastilah ada yang memiliki sebuah kelebihan dan juga kekurangan. Meskipun demikian, dalam kehidupan sosial dalam masyarakat banyak anggapan yang muncul bahwa anak yang dilahirkan karena suatu kelainan mempunyai status yang lebih rendah, sering kali anak tersebut dijauhi dan bahkan mereka dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat pada umumnya. 
 
Anak SLB N Ungaran sedang belajar di kelas
Realita tersebut diperparah dengan adanya sebagian orang tua yang memiliki anak yang memiliki kelainan justru menjauhkan anaknya dari teman sebayanya. Hal tersebut biasanya lebih disebabkan karena para orang tua merasa malu dengan keadaan yang dimiliki anaknya. Padahal meskipun seorang anak memiliki kekurangan atau keterbatasan mereka tetap harus mendapatkan pendidikan yang layak.

Manusia sebagaimana yang kita pahami bersama merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah swt, yang mempunyai potensi, keunikan,dan keistimewaan. Jika kita perhatikan dengan seksama konstruksi yang membentuk raga manusia,maka akan kita temukan konfigurasi yang sangat ideal dan struktur yang sempurna, karena dalam tubuh manusia terintegrasi dari dua dimensi sifat dan zat yang berlainan yaitu jasmani dan ruhani.

Pengertian manusia yang cukup populer menyebutkan bahwa manusia adalah hewan yang berpikir (al-insānhayawānal-nātiq). Manusia adalah satu-satunya makhluk yang diciptakan dengan segala kelebihan paling sempurna dibanding dengan makhluk lain, secara fisik maupun spirit, jasmani maupun ruhani (Muhammad, 2015: 2).
 
Anak SLB N Ungaran Jurusan B sedang praktik salat
Manusia  diciptakan  Allah dengan sempurna  di  alam  semesta ini. Hakikat yang menjadikannya berbeda  dengan makhluk lain adalah karena manusia bisa berkembang dengan menggunakan akal pikirannya. Oleh sebab itulah untuk menumbuh-kembangkan segala potensi yang dimiliki manusia maka mereka membutuhkan bimbingan dan pendidikan.

Melalui pendidikan  itulah manusia yang notabenenya sebagai  homo educable  dapat didik. Bukan hanya itu saja, manusia selain memiliki potensi untuk dapat di didik, manusia juga memiliki potensi untuk mendidik sehingga dari situlah manusia akhirnya mampu menjadi khalifah di bumi, sebagai pendukung dan pengembang kebudayaan.

Namun demikian, dari sudut pandang manusia tidak semua orang terlahir dengan kondisi yang normal, ada dari sebagian mereka dilahirkan dengan memiliki berbagai kekurangan. Misalnya, cacat fisik, cacat mental, maupun cacat moral. Orang-orang semacam inilah yang kemudian bisa disebut sebagai orang yang berkebutuhan khusus. Disebut demikian karena memang membutuhkan perhatian yang khusus tidak seperti orang-orang normal pada umumnya.

Orang dengan kebutuhan khusus biasanya memang memiliki kekurangan baik kekurangan secara fisik, mental, psikis maupun kekurangan dari segi moral. Banyak sebutan yang dialamatkan kepada mereka yang memiliki kebutuhan khusus, ada yang bilang orang cacat, difabel, maupun disabilitas. Dari banyak sebutan tersebut intinya adalah menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang unik yang memang memerlukan perhatian dan perlakuan khusus dari orang-orang di sekitar mereka.

Dalam dunia pendidikan, para pelajar yang memiliki kekurangan tersebut disebut dengan anak berkebutuhan khusus (ABK). Anak berkebutuhan khusus (heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi, atau fisik (BP. Diksus Prov. Jateng, 2013: 17).

Pendapat yang hampir sama dijelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah “anak yang keadaan jasmani dan/atau rohani berbeda dengan anak lain, karena perbedaan memerlukan penanganan khusus” (Mujiyono, 2014)[1]. Perlakuan khusus tersebut dalam segala hal, juga perlakuan khusus dalam bidang pendidikan.

Anak berkebutuhan khusus di dalam kehidupan bermasyarakat sering sekali mendapatkan perlakuan yang negatif, tak terkecuali dalam hal pendidikan. Oleh sebab itulah akhirnya muncul lembaga pendidikan yang khusus mendidik anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti sekolah luar biasa (SLB), Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC).

Prinsip yang perlu dipegang sesungguhnya adalah bahwa setiap anak terlahir cerdas (Wijaya, 2013: vii) hal itu pula yang harus dijadikan landasan dasar dalam mendidik anak berkebutuhan khusus. Meskipun mereka memiliki kekurangan baik fisik, mental, maupun psikis akan tetapi jika mereka di didik tentu akan menjadi pribadi-pribadi bisa mandiri serta dapat berguna bagi masyarakat.




[1] Pengertian tersebut disampaikan oleh Mujiyono, salah seorang pengawas Pendidikan Luar Biasa Provinsi Jawa Tengah saat mengisi acaraBintek Peningkatan Kompetensi Teknis Guru Agamapada tanggal 3-5 Juni 2014yang bertempat di Gedung BKK Prov. Jawa Tengah.

2 komentar:

  1. Setuju banget sama ini:

    Setiap manusia yang terlahir mempunyai hak dan kewajiban yang sama, dan kita menyadari bahwasanya setiap anak yang terlahir pastilah ada yang memiliki sebuah kelebihan dan juga kekurangan. Meskipun demikian, dalam kehidupan sosial dalam masyarakat banyak anggapan yang muncul bahwa anak yang dilahirkan karena suatu kelainan mempunyai status yang lebih rendah, sering kali anak tersebut dijauhi dan bahkan mereka dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat pada umumnya.

    SIPPPPPPPP lanjutkaaannnn ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. okey mbak, mohon saran dan masukannya

      Hapus