Sabtu, 05 April 2014

Sekolah, Politik dan Kampanye

Penulis sengaja membuat judul diatas, karena ada korelasi diantara ketiga hal diatas, yaitu sekolah, politik, dan kampanye. Apalagi jika dikaitkan dengan masa sekarang, terutama dalam waktu sebulan yang lalu  yaitu bulan maret. Banyak orang mengatakan bahwa tahun 2014 adalah tahun politik, karena tahun ini bangsa Indonesia akan menggelar pesta politik, yaitu pagelaran pemilu legislatif (April) dan pemilu presiden (Juni).

Lalu apa hubungan politik dengan sekolah, jelas ada karena agenda politik inilah berdampak pada dunia pendidikan terutama kepada sekolah. Agenda pileg dengan kampanye yang dilakukan oleh partai  politik peserta pemilu ternyata memberi dampak buruk (negatif) bagi sekolah, salah satunya jelas dialami oleh para siswa. Dimana, banyak sekali terlihat dalam tayangan media eletronik, maupun media cetak anak-anak usia sekolah, bahkan anak dengan seragam sekolah dengan sengaja diajak ikut kampanye.

Padahal dalam undang-undang politik dan aturan pemerintah telah melarang mengajak anak-anak untuk ikut kampanye. Namun kenyataannya semua itu dilanggar, dalam hal ini jelas anak-anak sekolah menjadi korban. Karena mereka secara tidak langsung ditarik-tarik kearah politik praktis, dan dimanfaatkan hanya untuk kepentingan sesaat. Hal inilah yang menjadi persoalan, dimana sekolah dengan siswanya terkorbankan dengan adanya agenda politik.

Kedepannya pemerintah harus lebih tegas kepada partai politik, agar tidak melibatkan anak dalam segala aktivitas perpolitikan, terutama dalam hal kampanye. Karena masa anak-anak adalah masa dimana mereka untuk belajar, bukan berpolitik praktis. Dalam hal ini pihak sekolah dan orang tua hendaknya memiliki peran untuk menjaga putra-putrinya agar tidak terjebak dalam kepentingan parpol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar