Kamis, 27 Februari 2014

Kekerasan dalam Pendidikan

Menjelang pagi hari tadi secara tidak langsung saya melihat salah satu berita di TV Swasta nasional, salah satu berita yang ditayangkan adalah tentang kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan, khususnya kekerasan terhadap anak didik di sekolah. Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa kekerasan yang terjadi di Maluku dan juga di Papua tersebut bukan dilakukan oleh sesama peserta didik, melainkan di lakukan oleh pendidik.


Kekerasan dalam dunia pendidikan memang masih kerap terjadi, baik itu kekerasan yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik, maupun dilakukan oleh peserta didik. Hal tersebut memang sangat disayangkan, mengingat sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki tugas untuk mentransfer pengetahuan sekaligus mendidik siswanya menjadi generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus akhlak yang baik. 

Transfer pengetahuan dan nilai (akhlak/moral) kepada siswa merupakan tanggungjawab seorang pendidik (guru) ketika peserta didik masih berada di lingkungan sekolah. Oleh sebab itulah, peran dan tanggungjawab guru dalam hal ini sangat besar sekali. Di tangan guru peserta didik bisa menjadi orang hebat, di tangan guru pula peserta didik bisa menjadi generasi yang memiliki moral dan akhlak yang baik. Lalu bagaimana jika guru justru melakukan tindakan sebaliknya, yaitu melakukan tindakan kekerasan terhadap anak didiknya.

Jawabnya tentu saja, tidak patut dan tidak dibenarkan sama sekali, meskipun sudah menjadi kesepakatan tidak tertulis bahwa saat anak berada di lingkungan sekolah merupakan tanggungjawab guru dalam mendidiknya tidak berarti guru bisa melakukan apapun kepada anak didiknya tersebut. Seharusnya guru yang mendapat amanah untuk mendidik anak orang lain melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Jika ada anak tidak bisa dalam pelajaran tertentu, maka sudah menjadi tugas dab kewajiban seorang guru untuk membimbing dan mengarahkannya dengan penuh kasih sayang bukan dengan cara kekerasan baik secara fisik maupun psikis.

Usia sekolah merupakan saat-saat dimana seorang anak mudah mendapatkan pengaruh, jika pengaruh yang ia dapatkan positif tentu akan menjadikan anak tersebut tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang baik. Sebaliknya, jika anak mendapatkan pengaruh (pendidikan) yang negatif dari lingkungannya (pendidik/guru) besar kemungkinan dia akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang baik.

Oleh sebab itulah, alangkah baiknya jika segenap pendidik di seluuruh Indonesia senantiasa mendidik anak-anak di sekolah dengan cara-cara yang santun dan menghindari cara-cara kekerasan. Karena bagaimanapun juga pendidik (guru) adalah cerminan kualitas pendidika Indonesia, jika pendidiknya baik maka peserta didik dan pendidikan akan berkualitas, namun jika pendidiknya kurang baik maka generasi yang dihasilkan bisa saja menjadi generasi yang ketinggalan zaman.

1 komentar:

  1. tulisan mas adzim memang enak dibaca dan perlu.
    dan perlubaca ini juga:
    CUKUP SMS, tentor prefesional kami datang ke rumah anda!
    Berpusat di Ngaliyan, jangkauan seluruh wilayah di Kota Semarang, Kaliwungu, Mranggen dan Ungaran.

    -Les Pelajar:
    SD-SMP-SMA-Persiapan UN semua mapel (Matematika, IPA, Bahasa inggris, Fisika, Kimia dll)
    -Les Umum:
    MC/ Pranata acara, Musik, (gitar/ organ/ drum/ seruling/ biola), Tari, Lukis, Karikatur, Kaligrafi, Bahasa arab/ Inggris, Bahasa Indonesia untuk ekspatriat (Private (1on1) Indonesian language courses taught by qualified Indonesian language tutors, Semarang only)

    Kenapa memilih kami?
    *sistem privat/ tentor datang kerumah, siswa/ortu lebih nyaman dan bisa memantau
    *pilihan jenis les paling lengkap
    *biaya les flexibel (bisa dibayar tiap datang, atau sebulan sekali)
    *tentor berlatar belakang praktisi, alumni/mahasiswa Unnes, IAIN, UNDIP.

    Les Privat Profesional
    AiO (All in One)
    Jl. Bukit Beringin Elok X B533 Perum Beringin Lestari Ngaliyan Semarang
    Telp : (024)70803042, Telp/sms 08562723042
    Pin: 3282A219
    aioprivat.blogspot.com

    BalasHapus