Sabtu, 04 Januari 2014

Belajar di Alam Terbuka



Proses pembelajaran di sekolah selama ini didominiasi dengan kegiatan yang hanya dipusatkan di dalam ruang kelas saja, atau paling luas di lingkuungan sekolah. Hal tersebut terkadang membuat siswa menjadi bosan dan tertekan karena hanya melakukan aktifitas yang sama setiap harinya. Apalagi ditambah dengan pendidik yang kurang memiliki kreatifitas dan inovasi dalam mengajar, hal tersebut tentu akan semakin membuat peserta didik tidak bersemangat dalam belajar.


Harus kita akui, bahwa kondisi tersebut hampir terjadi di setiap sekolah di Indonesia. Dimana proses pembelajaran hanya mengandalkan di ruang kelas dengan guru menggunakan metode ceramah sebagai metode mengajarnya. Padahal saat ini guru diituntut untuk lebih kreatif dalam menemukan metode-metode baru dalam mengajar, agar proses pembelajaran menjadi semakin menyenangkan.

Sesungguhnya banyak sekali pilihan dalam melakukan proses pembalajaran, dan tidak harus dipusatkan di ruang kelas saja. Karena tempat belajar bisa dimana saja, baik itu di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Jika proses pembelajaran saat ini selalu dilakukan di dalam ruang kelas, maka tidak ada salahnya jika para guru mengajak siswanya untuk melakukan proses pembelajaran di luar ruang kelas. Tujuannya tak lain agar ada suasana baru dalam proses pembelajaran siswa.

Proses pembelajaran yang penulis maksud adalah pembelajaran di alam terbuka. Pembelajaran model ini memang belum banyak dilakukan oleh para guru, karena mereka mengganggap bahwa pembelajaran di alam terbuka mengurangi konsentrasi siswa dalam belajar. Padahal anggapan tersebut keliru, karena belajar dialam terbuka justru akan membuat siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar karena tidak terkungkung dengan ruang-ruang mati di sekolah.

Banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh saat melakukan pembelajaran di ruang terbuka (alam). Salah satunya adalah pembelajaran yang dilakukan bersifat integratif karena dapat memadukan berbagai unsur pelajaran. Semisal, belajar IPA Biologi tentang tumbuhan, maka saat itu siswa bisa secara langsung melakukan penelitian tentang tumbuhan yang dipelajari. Selain itu guru juga bisa mengintegrasikan pelajaran IPA Biologi dengan pelajaran agama, karena tumbuhan merupakan ciptaan Tuhan.

Guru juga bisa mengintegrasikan pelajaran tersebut dengan pelajaran Bahasa Inggris, semisal siswa diminta menyebutkan bagian tumbuhan-tumbuhan yang dipelajari dengan bahasa Inggris. Dengan demikian siswa tidak hanya bisa mempelajari satu materi pelajaran saja, melainkan secara tidak langsung bisa mempelajari banyak pelajaran. Hal tersebut tentu merupakan keuntungan tersendiri bagi siswa karena memperoleh banyak pengetahuan dengan sekali belajar.

Selain integrasi pembelajaran, sesungguhnya pembelajaran di alam terbuka akan memberikan pengalaman baru bagi siswa. Penulis yakin siswa akan merasa lebih senang belajar di alam terbuka, karena metode pembelajaran lebih banyak menggunakan metode action learning, dimana siswa akan belajar melalui pengalaman langsung. Hal tersebut tentu akan menjadikan siswa menjadi lebih bersemangat, tidak bosan, dan lebih aktif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar