Rabu, 18 Desember 2013

Menyoal Kurikulum 2013

Sesuai dengan rencana awal implementasi kurukulum 2013 mulai dilaksanakan tepat saat tahun ajaran baru dimulai pada tanggal 15 Juli yang lalu. Akan tetapi hadirnya kurikulum 2013 justru mendatangkan berbagai persoalan baru di sekolah-sekolah. Betapa tidak penerapan kurikulum baru hanya pada sekolah-sekolah pilihan, sementara sekolah yang lain tetap menggunakan kurikulum lama (KTSP). Hal tersebut tentu akan menimbulkan kesan bahwa penerapan kurikulum baru hanya ajang uji coba.

 Persoalan yang lain tentu saja tidak meratanya sosialiasi penerapan kurikulum baru 2013. Harus diakui hingga saat ini masih banyak sekolah terutama para guru yang belum sepenuhnya tahu dan mengerti bagaimana sesungguhnya model kurikulum terbaru yang mulai diterapkan satu minggu yang lalu. Bagi guru yang pernah mengikuti pelatihan tentang kurikulum baru tentu tidak ada masalah untuk menerapkan kurikulum baru tersebut, lalu bagaimana yang belum mengikuti pelatihan.

Meskipun ada model guru master, yaitu guru yang sudah pernah menjalani pendidikan dan pelatihan (Diklat) kurikulum baru menjadi pembimbing bagi guru yang belum mengikuti pelatihan, namun hal itu tentu terkendala dengan jumlah guru master yang tidak seimbang dengan mereka yang belum pernah pelatihan. Sehingga sangat wajar jika hingga saat ini masih banyak sekali guru-guru yang masih buta dan bingung dengan penerapan kurikulum baru 2013.

Persoalan serius lainnya terkait dengan implementasi kurikulum baru selain jumlah guru master yang masih sangat minim adalah ketersediaan buku dengan standar kurikulum baru yang juga masih banyak kekurangan. Hal tersebut tentu saja akan semakin menambah faktor penyebab ketidaksiapan guru mengimplementasikan kurukulum baru dalam proses pembelajarannya. Karena bagaimanapun juga faktor kesiapan guru serta ketersediaan buku pegangan bagi guru dan siswa merupakan salah satu kunci utama keberhasilan implementasi kurikulum baru 2013.

Keberhasilan implementasi kurikulum 2013 sesungguhnya terletak pada perubahan paradigma berpikir stake holdernya, terutama guru sebagai implementator kurikulum baru 2013. Substansi perubahan kurikulum 2006 (KTSP) menjadi kurikulum 2013 terletak pada perubahan proses pembelajaran, dari pembelajaran gaya bank menjadi pembelajaran aktif-kretaif, dimana siswa dapat berperan aktif dalam hal bertanya, melakukan pengamatan, mengeksplorasi, mencoba, dan mengekspresikan ide yang mereka miliki.

Dan semua itu dapat terwujud dengan catatan paradigma guru telah berubah. Mereka tidak lagi memiliki mindset bahwa proses pembelajaran hanya bisa dilakukan di dalam kelas dan siswa hanya menghadap guru dan papan tulis. Proses pembelajaran dapat dilakukan di dimanapun seperti di perpustakaan, kebun, lapangan, sawah, atau di alam bebas lainnya. Media pembelajaran yang digunakan juga tidak harus melulu buku pelajaran, alat peraga, atau komputer. Tanam-tanaman, pepohonan, binatang, sungai, dan sejenisnya dapat pula dijadikan sebagai media dan alat pembelajaran.


Hanya saja yang menjadi persoalan adalah, merubah paradigma guru semacam itu tidaklah mudah, karena mereka sudah lama mengajar dengan model dan metode gaya bank. Tidak mudah pula untuk merubah guru dari seoarang diktaktor menjadi seorang fasilitator dan motivator. Oleh sebab itulah berhasil tidaknya implementasi kurikulum 2013 terletak pada keberhasilan merubah pardigma guru. Karena bagaimanapun juga kegagalan merubah paradigma guru akan menjadi sumber kegagalan implementasi Kurikulum 2013. 

6 komentar:

  1. Semoga persoalan dan kendala tersebut menjadikan pendidikan kita tetap berjalan dengan baik ya, Mas. Jangan sampai maunya kurikulum 2013 agar pendidikan lebih baik tapi jadinya malah sebaliknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ustadz, harapan banyak masyarakat Indonesia semoga pendidikan Indonesia kia berkualitas dengan kurikulum baru ini

      makasih sudah berkunjung dan koment kalau belum follow blog saya yang baru ini, sumonggo kulo aturi follow njeh ustadz

      Hapus
  2. belum bisa komentar banyak, Mas. Kita tunggu saja perkembangannya ya, selamat atas blog barunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas semoga perkembangannya baik dan menjadikan pendidikan Indonesia kian maju

      Makasih telah berkunjung, doakan semoga blog ini berkah mas

      kalau belum follow blog ini ditunggu lho follownya hhehehe

      Hapus
  3. Tetap semangat buat para pendidik :)

    BalasHapus
  4. siap laksanakan

    makasih atas kunjungannya

    BalasHapus