Sabtu, 14 Desember 2013

Antara Ilmu Hadits dan Ilmu Sejarah

Berbicara mengenai ilmu Hadits dan Ilmu Sejarah terdapat kesamaan dan juga perbedaan. Kesamaan antara keduanya adalah sama-sama berdiri sebagai ilmu serta memerlukan bahan yang berkualitas. Meskipun sudah ada bahan yang berkualitas akan tetapi harus dikontruksi menjadi sebuah laporan yang harus ditelusuri keaslian bahan tersebut. Artinya baik antara Hadits dan Sejarah sama-sama memerlukan keaslian bahan yang akan dijadikan sebagai sebuah informasi.


Namun, disamping itu terdapat berbadaan yang sangat jelas antara ilmu Hadits dan ilmu Sejarah. Dalam ilmu hadits terdapat metode yang sangat ketat dalam menetukan kualitas sebuah hadits (kesahihan hadits), sementara dalam ilmu sejarah terdapat kelonggaran dalam menentukan kevalidan dari isi sejarah itu sendiri. Oleh sebab itulah meskipun sama-sama menggunakan metode historis (menelusuri sejarah) dalam menentukan baik tidaknya informasi (sumber/bahan) antara hadits dan sejarah.

Untuk menentukan kualitas sebuah hadits baik itu sahih, hasan atau dhoif, perlu dilakukan penelusuran tentang sanad (periwayat) dan matan (isi) dari hadits. Hal inilah yang menjadikan ilmu hadits sangat ketat dalam menentukan kualitas hadits. Sehingga dari sana akhirnya lahir berbagai disiplin ilmu hadits yang khusus membahas tentu ilmu tentang perawi dan isi hadits (ilmu hadits riwayah dan ilmu hadits dirayah). Bahkan dalam ilmu-ilmu tersebut dijelaskan secara jelas dan terperinci mengenai kreteria dari periwayat dan juga isi hadits itu sendiri.

Sementara dalam ilmu sejarah, terkait dengan sumber dan isi sejarah seringkali kurang begitu diperhatikan oleh sebab itulah tidak jarang banyak sekali buku-buku tentang sejarah kurang sesuai dengan fakta yang ada saat terjadi peristiwa sejarah tersebut. Dalam hal inilah menjadi satu titik kelemahan dari ilmu sejarah itu sendiri yang pada akhirnya menjadikan ilmu sejarah yang ada dalam suatu bangsa seringkali mengalami perubahan, hal itu terkait dengan konsep sejarah yang sering dimodifikasi oleh penguasa.

Dari keterangan di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa antara ilmu hadits maupun ilmu sejarah terdapat kesamaan dalam hal sama-sama menelusuri sebuah sejarah. Sedangkan dalam menentukan kesahihan (kualitas) sangat berbeda, karena dalam hadits sangat ketat dalam menentukan kesahihan hadits sedangkan dalam sejarah terkesan sangat longgar. 

1 komentar:

  1. aku suka sejarah, unik. Hadist juga tdk kalah hebatnya

    BalasHapus